KENAKALAN REMAJA "KEHAMILAN DILUAR NIKAH"
Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono mengemukakan, meski tidak dapat belajar di sekolah formal, mereka dapat melanjutkan pendidikan melalui paket kesetaraan di pusat belajar non-formal. "Sesuai tata tertib, siswa di sekolah formal wajib menyandang status belum menikah. Bila ada siswa yang hamil di luar pernikahan jelas melanggar tata tertib tersebut," katanya, Kamis (18/8).Menurut Arif, ujian kesetaraan pendidikan dapat diikuti di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PPKB). Di tempat tersebut, mereka dapat mengatur jadwal belajar sendiri. Ditambah kegiatan belajar di PKBM hanya dilakukan tiga kali dalam sepekan.Melalui pendidikan non formal, mereka akan tetap mendapat ijazah kesetaraan. Ijazah tersebut dapat digunakan sebagaimana ijazah pada umumnya. Arif menilai anak-anak yang sudah menikah karena hamil memiliki dilema tersendiri di sekolah.Aktivitas belajar peserta didik akan terganggu karena harus memikirkan kehamilan dan suami. Apalagi jika murid yang sudah melahirkan, perhatiannya akan lebih fokus pada anak.Arif menyayangkan, saat ini masih banyak sekolah yang tidak melaporkan persoalan murid-murid yang sudah menikah. Hal ini terjadi karena orang tua merasa malu melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah. Sehingga anak mengundurkan diri dari sekolah tanpa alasan yang jelas.Arif mengaku perihatin dengan maraknya dispensasi nikah yang terjadi di kalangan pelajar akibat hamil di luar nikah. Padahal pencegahan pernikahan dini sudah dilakukan melalui berbagai upaya. Di antaranya pendidikan karakter, agama, serta imbauan akan bahayanya pergaulan bebas."Kami mewanti-wanti kepada orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak ketika di luar jam sekolah. Komunikasi orang tua dan sekolah juga sangat penting," kata Arif.
Proposal Sosialisasi Tentang Hamil Diluar Nikah
Anak-anak atau remaja usia sekolah yang hamil di luar nikah lalu menikah biasanya berhenti mengenyam pendidikan. Ini mengundang kekhawatiran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman. Pemerintah setempat pun mendorong agar anak-anak tersebut terus melanjutkan pendidikan.
A. NAMA KEGIATAN“Ayo kenali seks bebas sejak dini”
B. TUJUAN
Tujuan di adakannya seminar ini antra lain:
1. Memberikan pemahaman terhadap kaum remaja terhadap bahaya seks bebas.
2. Memberikan pengertian tentang bahayanya seks bebas di kalangan pelajar
3. Memberikan masukkan tentang cara menghindari seks bebas di kalangan pejalar
C. Tempat , Waktu, Dan PesertaTempat: Kegiatan ini di selenggarakan di SMAN 2 DEPOKWaktu : 2 September 2016
Peserta: Pelajar SD-SMP-SMATarget Peserta: mencapai 600 Peserta
D. NARASUMBER
Asrorun Niam Sholeh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
E. SUSUNAN ACARA
09.30 – 10.00 Sambutan oleh ketua penyelenggara
10.00 – 11.00 Pembukaan seminar
11.00 – 11.30 Penyambutan Narasumber dan Para Panitia
11.30 – 12.00 Seminar oleh Asrorun Niam Sholeh
12.00 – 14.30 ishoma
14.30 – 15.00 Penampilan video motivasi
15.00 – 16.00 Sesi foto
16.00 – 16.30 Penutupan
F. MATERIMateri yang akan disampaikan dalam seminar kali ini mengarah kepada bagaimana cara kita menghindari seks bebas di kalangan pelajar dan memberikan pengetahuan tentang bahayanya seks bebas.
G. KEPANITIAAN
Ketua acara: Alvian Aditia
Wakil Ketua: Faizal Tanjung
Sekertaris: Lydia Safitri
Bendahara: Filsa Andini
1. Seksi kesekretariatan :
Penanggung jawab : Shafira Aulia, Dimas Pratama, Vicky Octavia, M.Ismail
2. Seksi Seminar dan Materi
Penanggung jawab : Febri wance, Andi Saputra, Vitrah adinda
3. Seksi dokumentasi dan publikasi
Penanggung jawab : Azizah Pertiwi, Eka Siswati, Fauza Farauqi, Akbar Yasofi
4. Seksi Konsumsi
Penaggung jawab : Putri Andini, Muhammad Reza, Siswati Pertiwi
5. Seksi Perlengkapan dan tata panggung
Penanggung jawab : Eko Perdana, Dinda Jesika, Wawan purwanto
6. Seksi Kerja sama / Sponsorship
Penaggung jawab : Rival Eka, Fikri Dodit, Joe Alexander, Ika NingtiasH.
PENUTUP
Demikian proposal yang telah di sampaikan. Semoga dengan terlaksanya kegiatan ini dapat menjadikan Remaja Indonesia menjadi lebih baik dan dapat merubah kita menjadi lebih positif kedepannya.
Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/08/18/oc3o08394-remaja-hamil-di-luar-nikah-didorong-lanjutkan-sekolah
Proposal Sosialisasi Tentang Hamil Diluar NikahA. NAMA KEGIATAN“Ayo kenali seks bebas sejak dini”
B. TUJUAN
Tujuan di adakannya seminar ini antra lain:
1. Memberikan pemahaman terhadap kaum remaja terhadap bahaya seks bebas.
2. Memberikan pengertian tentang bahayanya seks bebas di kalangan pelajar
3. Memberikan masukkan tentang cara menghindari seks bebas di kalangan pejalar
C. Tempat , Waktu, Dan PesertaTempat: Kegiatan ini di selenggarakan di SMAN 2 DEPOKWaktu : 2 September 2016
Peserta: Pelajar SD-SMP-SMATarget Peserta: mencapai 600 Peserta
D. NARASUMBER
Asrorun Niam Sholeh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)
E. SUSUNAN ACARA
09.30 – 10.00 Sambutan oleh ketua penyelenggara
10.00 – 11.00 Pembukaan seminar
11.00 – 11.30 Penyambutan Narasumber dan Para Panitia
11.30 – 12.00 Seminar oleh Asrorun Niam Sholeh
12.00 – 14.30 ishoma
14.30 – 15.00 Penampilan video motivasi
15.00 – 16.00 Sesi foto
16.00 – 16.30 Penutupan
F. MATERIMateri yang akan disampaikan dalam seminar kali ini mengarah kepada bagaimana cara kita menghindari seks bebas di kalangan pelajar dan memberikan pengetahuan tentang bahayanya seks bebas.
G. KEPANITIAAN
Ketua acara: Alvian Aditia
Wakil Ketua: Faizal Tanjung
Sekertaris: Lydia Safitri
Bendahara: Filsa Andini
1. Seksi kesekretariatan :
Penanggung jawab : Shafira Aulia, Dimas Pratama, Vicky Octavia, M.Ismail
2. Seksi Seminar dan Materi
Penanggung jawab : Febri wance, Andi Saputra, Vitrah adinda
3. Seksi dokumentasi dan publikasi
Penanggung jawab : Azizah Pertiwi, Eka Siswati, Fauza Farauqi, Akbar Yasofi
4. Seksi Konsumsi
Penaggung jawab : Putri Andini, Muhammad Reza, Siswati Pertiwi
5. Seksi Perlengkapan dan tata panggung
Penanggung jawab : Eko Perdana, Dinda Jesika, Wawan purwanto
6. Seksi Kerja sama / Sponsorship
Penaggung jawab : Rival Eka, Fikri Dodit, Joe Alexander, Ika NingtiasH.
PENUTUP
Demikian proposal yang telah di sampaikan. Semoga dengan terlaksanya kegiatan ini dapat menjadikan Remaja Indonesia menjadi lebih baik dan dapat merubah kita menjadi lebih positif kedepannya.
Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/08/18/oc3o08394-remaja-hamil-di-luar-nikah-didorong-lanjutkan-sekolah

0 komentar: